Penguatan Literasi Digital Generasi Z dalam Pencegahan Kekerasan Online
DOI:
https://doi.org/10.29303/jcommdev.v5i3.54Keywords:
literasi digital, kekerasan online, generasi ZAbstract
Kekerasan online telah menjadi salah satu konsekuensi negatif dari perkembangan teknologi digital. Bentuk kekerasan online juga semakin beragam mulai dari ujaran kebencian hingga penipuan dan pencurian. Dampak psikologis pada diri korban yang mengalami kekerasan online juga tidak sederhana, seperti tidak percaya diri, depresi, bahkan ada yang merasa ingin bunuh diri. Tim pengabdian kepada masyarakat Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik  Universitas Sumatera Utara telah melaksanakan kegiatan penguatan literasi digital Generasi Z sebagai upaya pencegahan kekerasan online yang bertujuan untuk mengembangkan dan menguatkan kesadaran digital kelompok mitra atau masyarakat sasaran. Peserta kegiatan adalah 60 orang pelajar SMP Harapan 3 Delitua, Kabupaten Deli Serdang yang berlangsung pada tanggal 22 dan 25 Juli 2024. Metode kegiatan dalam bentuk ceramah, diskusi kelompok, serta kampanye melalui lomba video kreatif di media sosial. Peserta mendapatkan materi mengenai jenis-jenis kekerasan online dan dampak psikologis yang dapat muncul pada diri korban. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif dalam diskusi serta terlibat dalam pembuatan video kreatif yang dilombakan. Kegiatan pengabdian juga merupakan salah satu bagian dari upaya mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama di poin ketiga yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being) dan poin keempat yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education).